Logo

Dosen Administrasi Perkantoran Unpam Gelar PKM tentang Penguatan Pendidikan Karakter Religius

Published on: 9 Mei 2026

PKM

ADMINISTRASI PERKANTORAN – Dosen Administrasi Perkantoran D-3 Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Religius dalam Menyongsong Generasi Emas 2045” pada Kamis (07/05/2026) di Yayasan Deanfarabi Jalan Pepabri Raya, RT.002/RW.004, Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus yayasan, warga sekitar, serta para dosen dan mahasiswa sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan zaman digital.

Dalam kegiatan tersebut, Deni Darmawan selaku narasumber utama menyampaikan pentingnya penguatan nilai-nilai pendidikan karakter religius dalam menyongsong Generasi Emas 2045.

Menurutnya, Indonesia akan memasuki usia 100 tahun atau 1 abad kemerdekaan pada tahun 2045, sehingga dibutuhkan generasi unggul yang memiliki kualitas dalam berbagai bidang agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di tingkat global.

“Generasi emas 2045 bukan hanya berbicara tentang generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan spiritualitas yang baik. Kita membutuhkan generasi yang unggul dalam ilmu, tetapi juga unggul dalam moral,” ujar Deni Darmawan di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa realitas kehidupan saat ini menghadirkan tantangan yang tidak ringan, terutama di era digital dengan arus informasi tanpa batas melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa dampak positif sekaligus ancaman serius terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Kita sedang menghadapi krisis moral, menurunnya adab, budaya instan, ketergantungan teknologi, hingga kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental. Saat ini kita tidak sedang kekurangan orang pintar, tetapi mulai kekurangan orang yang berkarakter. Karena itu, penguatan nilai-nilai pendidikan karakter religius menjadi sangat penting,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Deni Darmawan juga mengajak peserta melihat berbagai data sosial yang dinilai mengkhawatirkan.

“Adanya 2.621 laporan terkait perundungan pada tahun 2025, dengan 620 kasus terkonfirmasi sebagai bullying berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan. Selain itu, perputaran dana judi online sejak 2017 hingga 2025 disebut mencapai Rp1.032 triliun dengan lebih dari 259 juta transaksi berdasarkan data PPATK,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Deni juga memaparkan bahwa pada tahun 2025 sekitar 4,9 juta orang terpapar narkoba dengan prevalensi sekitar 2,11 persen dari total penduduk Indonesia.

“Nah ada data terkait perilaku remaja juga menjadi perhatian serius, di mana remaja usia 15–19 tahun tercatat memiliki perilaku yang dinilai mengkhawatirkan dari sisi moral dan pergaulan bebas,” lanjutnya.

Data-data ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pendidikan karakter religius bukan lagi sekadar wacana, tetapi kebutuhan mendesak yang harus diterapkan sejak dini.

Deni menegaskan bahwa konsep pendidikan karakter religius sebenarnya telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Selain itu, ia juga mengaitkan pendidikan karakter religius dengan nilai-nilai dalam Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi dasar pembentukan karakter bangsa Indonesia.

Dalam perspektif Islam, Deni menjelaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah.

“ Hal ini sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nisa ayat 9. Ia juga mengajak peserta untuk membentuk generasi rabbani yang kuat dalam iman, ilmu, amal, dan akhlak sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali-Imran ayat 79,” katanya.

Menurutnya, prinsip dasar pendidikan karakter meliputi keteladanan, pembiasaan, konsistensi, serta lingkungan yang mendukung. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, sekolah, dunia digital, maupun lingkungan sosial sehari-hari.

Pengurus Yayasan Dean Farabi, Dean Herdesviana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada dosen-dosen Administrasi Perkantoran D-3 Universitas Pamulang yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para dosen yang telah memberikan ilmu, wawasan, dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi warga sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Desilia Purnama Dewi selaku Ketua Program Studi Administrasi Perkantoran D-3 turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak yayasan dan masyarakat sekitar terhadap kegiatan PKM tersebut.

Acara berlangsung meriah dari awal hingga akhir. Selain sesi materi dan diskusi, kegiatan juga diisi dengan pembagian buku karya Deni Darmawan kepada peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam membangun generasi yang berkarakter religius dan berakhlak mulia.

Liputan : Deni Darmawan

Artikel sudah diterbitkan di website portal berita media online : melintas.id

Berita Relative

  • Mahasiswa Administrasi Perkantoran D-3 Unpam Edukasi Siswa SDN Jombang 02 tentang Penggunaan Gadget yang Bijak

    unitperkantoran

    14 Jun 2026

    Learn more
    Featured Image
  • PKM International : Pelayanan Prima dan Soft Skill Dunia Kerja

    unitperkantoran

    10 Agu 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Mahasiswa Administrasi Perkantoran Unpam Gelar Pengabdian Tentang Etika Sosial dan Tanggung Jawab Generasi Muda di Kelurahan Kedaung Depok

    unitperkantoran

    8 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Prodi Administrasi Perkantoran Universitas Pamulang Gelar PKM Internasional di Singapura

    unitperkantoran

    10 Agu 2025

    Learn more
    Featured Image