LDKO Administrasi Perkantoran Unpam Bekali Mahasiswa Menjadi Pemimpin Masa Depan
Published on: 30 Nov 2025

Berita
ADMINISTRASI PERKANTORAN-
Mahasiswa Administrasi Perkantoran Universitas Pamulang mengikuti Latihan Dasar
Kepemimpinan Organisasi (LDKO) pada Minggu (30/11/2025). Kegiatan ini bertujuan
memberikan bekal kepemimpinan bagi mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa
depan.
Latihan Dasar
Kepemimpinan Organisasi (LDKO) kembali digelar sebagai bagian dari pembinaan
organisasi kemahasiswaan pada Program Studi Administrasi Perkantoran
Universitas Pamulang.
Kegiatan ini
menghadirkan mahasiswa dari berbagai angkatan dan organisasi internal kampus,
dengan tujuan memperkuat karakter kepemimpinan sejak dini. Para peserta
mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dari awal hingga akhir.
Narasumber pada LDKO
kali ini adalah dua dosen Program Studi Administrasi Perkantoran, yakni Ruli
Hardi, S.Pd., M.Pd. dan Dyas Benazir, M.M. Dalam penyampaiannya, Ruli
menegaskan bahwa kemampuan kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan mengatur,
tetapi kemampuan menciptakan pengaruh yang positif.
“Seorang pemimpin
harus punya pengaruh terhadap tim agar loyal dan komitmen dalam menjalankan
roda organisasi,” ucapnya di hadapan peserta. Ia menyebut bahwa pengaruh adalah
fondasi utama yang menentukan arah dan kesolidan tim dalam berorganisasi.
Lebih lanjut, Ruli
mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak bisa berjalan tanpa kompetensi. Pemimpin,
menurutnya, harus menjadi sosok yang terus belajar dan berkembang. “Seorang
pemimpin harus memiliki kompetensi untuk bisa memimpin anggotanya. Oleh sebab
itu, menjadi pemimpin harus terus belajar dan menggali potensi diri,” tegasnya.
Ruli juga menambahkan
bahwa seorang pemimpin harus mampu membaca dinamika tim, mengambil keputusan
dengan bijak, dan memiliki tanggung jawab moral atas setiap tindakan
organisasi. Dalam sebuah tim, ada orang si pemimpi, si pekerja keras, si
pendorong, si realitis dan di kocak.
Materi berikutnya
disampaikan oleh narasumber kedua, Dyas Benazir, M.M., yang membahas tema
kepemimpinan dari perspektif psikologi modern. Dyas memperkenalkan konsep metakognisi,
yaitu kemampuan menyadari proses berpikir, mengevaluasi, dan mengendalikan cara
berpikir diri sendiri. Ia menyebut metakognisi sebagai kompetensi penting dalam
kepemimpinan moderat masa kini.
“Kesadaran berpikir untuk bisa mengevaluasi dan berpikir dengan penuh kesadaran adalah bagian dari kepemimpinan,” jelasnya.

Dyas kemudian
memaparkan urgensi konsep metakognisi dalam konteks organisasi dan dunia kerja.
Menurutnya, pemimpin yang metakognitif mampu mengendalikan emosi, memahami
dampak pikirannya terhadap tim, dan menghindari keputusan yang diambil secara
reaktif tanpa pertimbangan.
“Mengapa metakognisi
dalam kepemimpinan relevan saat ini? Karena pemimpin perlu sadar proses
mempengaruhi, memahami dampak pola pikir terhadap tim, serta mencegah keputusan
yang reaktif dan emosional,” ungkapnya.
Untuk memperkuat
pemahaman peserta, Dyas menyampaikan tiga komponen inti dalam metakognisi.
Pertama, planning atau perencanaan proses mental, yaitu menyiapkan pola pikir,
strategi, dan analisis sebelum mengambil keputusan. Kedua, monitoring, yakni
memantau proses berpikir selama tindakan berlangsung. Ketiga, evaluating, yaitu
melakukan penilaian dan refleksi setelah keputusan ataupun program dijalankan.
Menurut Dyas, pemimpin yang konsisten menerapkan ketiga proses tersebut akan
menjadi lebih matang, objektif, dan efektif dalam memimpin organisasi.
Sebelum sesi materi,
kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Administrasi
Perkantoran D-3, Desilia Purnama Dewi, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau
memberikan apresiasi kepada panitia dan peserta yang berpartisipasi dalam
kegiatan LDKO.
Ia menekankan bahwa
pembinaan organisasi merupakan elemen penting dalam perkuliahan, karena
organisasi menjadi laboratorium praktik bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan
profesional. “Saya berharap roda organisasi kemahasiswaan dapat berjalan dengan
baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
LDKO berlangsung dalam
suasana semangat dan kolaboratif. Para peserta menyimak setiap sesi pemaparan
dengan serius dan aktif memberikan respons. Pada sesi diskusi, banyak
pertanyaan dilontarkan mulai dari manajemen konflik, teknik kepemimpinan dalam
organisasi mahasiswa, hingga cara mengelola anggota dengan karakter berbeda.
Kegiatan semakin hidup melalui berbagai pendapat, refleksi, dan pengalaman yang
dibagi oleh narasumber maupun peserta.
Rangkaian kegiatan
tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga aktivitas pembentukan
karakter. Sesi tanya jawab berlangsung sangat seru, memperlihatkan rasa ingin
tahu peserta mengenai praktik kepemimpinan di organisasi kampus. Setelah itu,
kegiatan berlanjut dengan fun games, ice breaking, dan ramah tamah yang
menambah keakraban antar peserta, narasumber, dan panitia.
LDKO ditutup dengan
pesan agar mahasiswa terus berlatih memimpin melalui organisasi, karena masa
depan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik
tetapi juga matang dalam kepemimpinan dan karakter.
Seluruh peserta pulang
dengan energi baru serta komitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai
kepemimpinan dalam kegiatan organisasi masing-masing.
Markom : Admin AP D-3




