Dosen Adminstrasi Perkantoran D-3 Unpam Memberikan PKM Tentang Pengelolaan dan Pencatatan Keuangan Berbasis Administrasi Sederhana
Published on: 13 Jun 2026

PKM, Berita
Tangerang- Dosen Program
Studi Administrasi Perkantoran D-3 Fakultas Ekionomi dan Bisnis, Universitas
Pamulang melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pengelolaan
dan Pencatatan Keuangan Berbasis Administrasi Sederhana” di Yayasan Deanfarabi di Kota
Tangerang pada Jum’at (8/05/2026).
Kunjungan
ini adalah untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), sebagai wujud
implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Desilia
Purnama Dewi S.E., M.M. sebagai ketua tim pengabdi, bersama 2 orang dosen
lainnya, Dra. Nani Nuraini Sarah M.Si dan Dra. Ratna Suminar, M.M. serta 5
orang mahasiswa, mempersiapkan materi bimbingan yang menyangkut tentang
bagaimana pentingnya pengelolaan
dan pencatatan keuangan rumah tangga secara lebih tertib, sistematis, dan
terencana.
Tim pengabdi membantu Yayasan Deanfarabi dalam
membina warga masyarakat disekitar Yayasan tsb untuk memahami pentingnya pencatatan keuangan berbasis
administrasi sederhana.
Sasaran
atau tempat PKM adalah Kantor Yayasan Deanfarabi yang mana memiliki peran penting dalam kegiatan
pembinaan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Yayasan ini tidak hanya
berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial
yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
Sebagian
besar warga yang berada di lingkungan Yayasan Deanfarabi berasal dari latar
belakang ekonomi menengah ke bawah dengan beragam jenis pekerjaan, seperti
pedagang kecil, pekerja informal, buruh harian, serta ibu rumah tangga yang
membantu perekonomian keluarga melalui usaha kecil-kecilan.
Keberadaan
yayasan tersebut memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh
berbagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan. Jika dilihat dari kondisi sosial ekonomi masyarakat
sekitar Yayasan Deanfarabi, terdapat potensi yang cukup besar untuk
mengembangkan kemampuan pengelolaan keuangan sederhana.
“Banyak warga yang menjalankan usaha
kecil seperti usaha makanan rumahan, penjualan kebutuhan harian, maupun jasa
sederhana yang sebenarnya dapat berkembang apabila didukung dengan kemampuan
pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan yang baik,” ujar Ratna
Suminar.
Namun pada praktiknya, sebagian besar
usaha tersebut masih dijalankan secara tradisional tanpa adanya pencatatan yang
jelas mengenai pemasukan, pengeluaran, keuntungan, maupun modal usaha.
“Kegiatan
pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan pendampingan yang
berhubungan dengan pelatihan
pengelolaan dan pencatatan keuangan berbasis administrasi sederhana” ujar
Desilia.
Metode
yang digunakan dalam kegiatan ini adalah
pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) atau Proses Belajar
dan Praktik secara Partisipatif. PLA merupakan metode pemberdayaan masyarakat
yang terdiri dari proses belajar (pelatihan, curah pendapat, dan diskusi)
tentang topik seperti peningkatan pengetahuan
tata kelola uang, menumbuhkan rasa percaya diri, intregritas, dan tanggung
jawab pada tugas dan setelahnya diikuti dengan aksi atau kegiatan nyata yang
relevan.
Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa
sebagai civitas akademika sehingga keberadaannya di tengah masyarakat
memberikan manfaat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Apalagi
di masa sekarang ini, Indonesia telah memasuki era globalisasi. Peran dunia pendidikan tinggi di dalam
memajukan pembangunan nasional merupakan sesuatu yang wajib dilakukan sebagai
wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bentuk kegiatan
pengabdian kepada masyarakat.
“Agar
pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik dan lancar, ada beberapa faktor yang
perlu diperhatikan, yaitu kesiapan pihak yayasan, kesiapan warga sekitar serta kesiapan perangkat,” ucap
Desi.
Dalam
3 hari kegiatan itu, setiap peserta bergairah mengikuti pemaparan yang
diberikan dan pada hari terakhir kegiatan dari rangkaian pengabdian, dilakukan
juga pemberian cenderamata untuk pimpinan yayasan.
Dr.
(c) Dean Herdesviana, sebagai ketua yayasan, menyatakan terima kasihnya kepada
tim pengabdi karena masih peduli dan bersedia membantu yayasan memberi
bimbingan kepada warga sekitar yayasan.
“Jangan sungkan-sungkan minta
bantuan kami untuk mengedukasi warga masyarakat sekitar yayasan di sini,” pesan
ketua tim dengan senyumnya, sebelum meninggalkan halaman kantor Yayasan Dean
Farabi.#
Liputan Langsung : Desilia Purnama Dewi




