Prodi Administrasi Perkantoran Unpam Gelar FGD Evaluasi Kurikulum, Sinkronkan Kompetensi Lulusan dengan Dunia Industri
Published on: 8 Nov 2025

Berita
Tangerang Selatan- Program Studi Administrasi Perkantoran
Universitas Pamulang (Unpam) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi
Kurikulum pada Rabu (5/11/2025) melalui platform Zoom Meeting.
kegiatan ini dihadiri
oleh perwakilan asosiasi profesi, dosen, alumni, pengguna alumni, tim
Fasilitator dan perwakilan UPPS, dengan tujuan untuk memperoleh masukan dan
saran dari berbagai pihak, khususnya asosiasi profesi dan asosiasi program
studi, guna menyempurnakan kurikulum agar semakin selaras dengan kebutuhan
dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), serta mengikuti
perkembangan ilmu administrasi perkantoran yang dinamis.
Dalam kegiatan
tersebut, dibahas sejumlah fokus utama, antara lain mengevaluasi kesesuaian
kurikulum dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan industri, menyelaraskan
kurikulum dengan kerangka Outcome-Based Education (OBE), serta memperkuat
kolaborasi antara Program Studi dan Asosiasi dalam pengembangan akademik dan
peningkatan profesionalisme di bidang administrasi perkantoran.
Kegiatan FGD tersebut
dipimpin langsung oleh Desilia Purnama Dewi, S.E., M.M., selaku Kepala Program
Studi Administrasi Perkantoran D-III Universitas Pamulang, yang menegaskan
pentingnya evaluasi kurikulum secara berkala. Desilia menjelaskan bahwa
kurikulum merupakan jantung dari proses pendidikan yang harus terus disesuaikan
dengan dinamika industri dan kebutuhan masa depan.
“Evaluasi kurikulum
ini kami lakukan untuk memastikan bahwa kompetensi yang dirancang dalam setiap
mata kuliah benar-benar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan
kebutuhan dunia kerja. Setiap mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori
administrasi perkantoran, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata
di dunia profesional,” ujar Desilia.
Lebih lanjut, ia
menambahkan bahwa proses evaluasi mencakup peninjauan capaian pembelajaran
(learning outcomes), kesesuaian struktur mata kuliah, dan pemetaan keterampilan
yang harus dimiliki oleh lulusan agar mampu bersaing di era digital.
Dalam sesi diskusi
berikutnya, Dr. Yakin Bakhtiar Siregar, M.M., selaku Ketua Asosiasi Vocational
Pendidikan Administrasi Perkantoran Indonesia (AVPAPI), menyampaikan
pandangannya tentang pentingnya CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) yang terukur
dan terarah.
“CPL yang kita
tetapkan harus jelas dan dapat diukur. Jangan hanya berhenti pada tataran
konsep, tetapi harus bisa diimplementasikan dan dibuktikan dalam proses
pembelajaran maupun hasil kerja mahasiswa,” ujar Dr. Yakin.
Ia juga menekankan
perlunya pendekatan Outcome Based Education (OBE) sebagai kerangka utama dalam
pengembangan kurikulum. Menurutnya, OBE menuntut lembaga pendidikan untuk
memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang konkret dan
relevan.
“Outcome Based
Education tidak hanya fokus pada apa yang diajarkan, tetapi lebih pada apa yang
mahasiswa pelajari dan alami. Dengan pendekatan ini, kita memastikan mahasiswa
memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan kebutuhan
dunia kerja,” tambahnya.
FGD juga menghadirkan
Dr. Rasto, dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus anggota
Satuan Penjaminan Mutu Bidang Administrasi Umum UPI. Dalam paparannya, ia
menegaskan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri, kebijakan
nasional, dan tren global.
“Kurikulum yang baik
harus mampu merespons perubahan. Dunia industri saat ini sangat dinamis,
sehingga perguruan tinggi harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja,
kebijakan pemerintah, serta perkembangan organisasi profesi,” jelas Dr. Rasto.
Sebagai Ketua Umum
Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI), Dr.
Rasto juga menyoroti fenomena dunia kerja modern yang semakin bergeser ke arah
digitalisasi dan penggunaan teknologi berbasis virtual.
“Karyawan saat ini
dituntut untuk menjadi knowledge worker, pekerja yang mampu berpikir kritis,
berinovasi, dan beradaptasi dengan teknologi. Konsep virtual office kini bukan
lagi masa depan, tetapi sudah menjadi kenyataan di banyak perusahaan. Karena
itu, lulusan administrasi perkantoran harus dibekali dengan kemampuan digital,
komunikasi virtual, serta kolaborasi lintas batas,” ujarnya menegaskan.
Kegiatan FGD ini juga
menjadi wadah kolaboratif antara dunia akademik dan praktisi industri. Diskusi
berlangsung dinamis, membahas sinkronisasi kurikulum dengan standar kompetensi
kerja nasional serta peluang kerja sama magang industri bagi mahasiswa.
Desilia menegaskan
bahwa hasil dari FGD ini akan dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum baru
Program Studi Administrasi Perkantoran D-III Unpam.
“Kami ingin lulusan
kami tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Oleh
karena itu, masukan dari para pakar, asosiasi, dan pelaku industri menjadi
sangat penting untuk memastikan arah pengembangan kurikulum kami tetap relevan dan
berdaya saing,” katanya.
FGD evaluasi kurikulum
ini menunjukkan komitmen kuat Universitas Pamulang, khususnya Program Studi
Administrasi Perkantoran, dalam menjaga mutu pendidikan tinggi vokasi. Melalui
kolaborasi dengan asosiasi profesi dan dunia industri, Unpam terus berupaya menghadirkan
pendidikan yang aplikatif, modern, dan sesuai dengan tantangan zaman.
Dengan semangat
peningkatan kualitas dan relevansi, Prodi Administrasi Perkantoran Unpam
bertekad mencetak lulusan yang unggul, berkompeten, dan siap beradaptasi dalam
dunia kerja yang terus berubah.
Seperti disampaikan
Desilia dalam penutup kegiatan, “Kurikulum bukan sekadar dokumen akademik,
tetapi panduan untuk membentuk generasi profesional yang mampu menjawab
kebutuhan industri dan masyarakat.
Markom : Administrasi
Perkantoran




