Webinar Nasional dan Desiminasi : Bekali Gen Z Hadapi Tantangan Bisnis Global Melalui Etika dan Hukum Bisnis
Published on: 17 Jun 2026

Berita
Tangerang Selatan – Program Studi Administrasi Perkantoran D-3
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (Unpam) menggelar Webinar
Nasional dan Diseminasi berjudul “Etika dan Hukum Bisnis serta Kesiapan Gen Z
Menghadapi Tantangan Bisnis Global” pada Jumat (12/6/2026) melalui Zoom
Meeting.
Kegiatan yang diikuti
dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi ini bertujuan memberikan
pemahaman mengenai pentingnya etika dan hukum dalam dunia bisnis sekaligus
mempersiapkan Generasi Z agar mampu bersaing di tengah dinamika bisnis global
yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.
Webinar nasional yang
diselenggarakan oleh Program Studi Administrasi Perkantoran D-3 Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang tersebut menghadirkan sejumlah
akademisi dan praktisi sebagai narasumber.
Menghadirkan dua narasumber berkompeten yaitu Dr. Raden Handiriono, S.H., M.Kn., Kepala Program Studi Ilmu Hukum S1 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dan Dr. (c) Ambya Abu Fathin, S.Pd.I., M.Ag., CT., CQIT., sebagai Komisatis Utama Amazing Qur’an Al-QOsbah dan Waka 1 STAI Al-Hayah Sumedang.
Kegiatan diawali
dengan sambutan Ketua Program Studi Administrasi Perkantoran D-3, Desilia
Purnama Dewi, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu,
etika, dan aspek hukum dalam menjalankan aktivitas bisnis di era globalisasi.
Menurut Desilia,
perkembangan dunia bisnis yang semakin terbuka menuntut setiap individu untuk
memiliki keterampilan yang memadai. Namun demikian, kemampuan teknis saja tidak
cukup tanpa dibarengi dengan pemahaman etika dan hukum yang baik.
“Di era globalisasi,
kita dituntut memiliki berbagai keterampilan untuk bersaing. Namun di sisi
lain, kita juga harus memahami etika dan aspek hukum agar tidak kehilangan arah
dalam menjalankan bisnis. Sebagaimana ketika menuntut ilmu, kita harus mengedepankan
adab. Ilmu dan adab harus berjalan seimbang, begitu pula dalam dunia bisnis,
kemampuan harus dibarengi etika dan pemahaman hukum,” ujar Desilia.
Pada kesempatan
tersebut, Desilia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan webinar turut
dirangkai dengan diseminasi hasil penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(PKM) yang terbagi ke dalam delapan ruang diskusi. Kegiatan tersebut menjadi
wadah bagi dosen dari berbagai program studi untuk berbagi hasil penelitian,
pengalaman, serta gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
ilmu pengetahuan.
“Diseminasi ini
menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman akademik. Kami mengucapkan terima
kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,”
tambahnya.
Opening speech disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, Dr. H. Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA., CMA. Dalam sambutannya, Endang menegaskan bahwa keberhasilan dalam dunia bisnis tidak hanya ditentukan oleh keterampilan dan kecerdasan, tetapi juga oleh etika, integritas, dan kejujuran.

“Dalam pergaulan
bisnis nasional maupun internasional, etika menjadi fondasi utama. Setiap
hubungan bisnis harus dibangun atas dasar kejujuran, integritas, dan prinsip
saling menguntungkan. Selain itu, pemahaman terhadap hukum juga sangat penting
agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari,” katanya.
Endang juga memberikan
motivasi kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus pada aktivitas akademik
semata. Ia mendorong mahasiswa untuk memperluas jejaring dan membangun relasi
sejak masih berada di bangku kuliah.
“Jangan menjadi
mahasiswa yang hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang. Perluas pergaulan, bangun
relasi dengan para pelaku usaha dan komunitas bisnis. Ketika kita berada dalam
lingkungan yang produktif dan memiliki pola pikir wirausaha, maka wawasan
bisnis kita akan berkembang. Harapannya, setelah lulus nanti, mahasiswa tidak
hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pamulang, Dr. E. Nurzaman, A.M., M.M., M.Si., selaku keynote speaker menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, webinar nasional semacam ini menjadi sarana penting bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan serta menggali ilmu pengetahuan dari para ahli di bidangnya.

“Semoga kegiatan ini
memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, khususnya dalam
meningkatkan pemahaman mengenai etika, hukum bisnis, dan tantangan dunia usaha
global yang terus berkembang,” ungkapnya.
Pada sesi materi
pertama, Dr. Raden Handiriono, S.H., M.Kn. membahas mengenai kesiapan
Generasi Z dalam menghadapi tantangan bisnis global. Ia menjelaskan bahwa
kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan
seseorang di tengah perubahan teknologi, pasar, dan budaya yang berlangsung
sangat cepat.
“Adaptabilitas adalah
kunci untuk bertahan dan berkembang. Generasi Z harus responsif dan lincah
dalam menghadapi perubahan. Kedekatan mereka dengan teknologi merupakan
keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk berinovasi, mengotomatisasi proses
bisnis, serta merespons kebutuhan pasar secara cepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Raden
memaparkan 4 strategi utama dalam membentuk karakter Generasi Z yang etis,
adaptif, dan tangguh. “Pertama, menanamkan soft skills dan pendidikan karakter
sejak dini sebagai fondasi kepemimpinan dan etika,” katanya.
Raden pun melanjutkan
strategi selanjutnya. “Kedua, meningkatkan keterampilan digital dan pemahaman
budaya global melalui berbagai pelatihan. Ketiga, memperbanyak program
mentoring dan pengalaman bisnis nyata untuk mempercepat pengembangan
profesional. Keempat, memperhatikan kesehatan mental dan membangun pola pikir
resilien agar mampu menghadapi tekanan dan ketidakpastian dunia bisnis,”
ungkapnya.
Raden pun juga
merekomendasikan kepada para pemangku kepentingan agar mengintegrasikan
pendidikan etika dan adaptasi digital ke dalam kurikulum pendidikan. Selain
itu, dunia usaha dan pemerintah perlu menyediakan program pelatihan, magang,
serta kebijakan yang mendukung inovasi dan kewirausahaan generasi muda.
Sesi berikutnya
menghadirkan Dr. (c) Ambya Abu Fathin, S.Pd.I., M.Ag., CT., CQIT., yang
mengupas tentang bisnis dalam perspektif Islam. Menurutnya, perkembangan
teknologi yang begitu cepat sering kali membuat regulasi hukum tertinggal dari
berbagai inovasi yang muncul, seperti kecerdasan buatan (AI), kripto, hingga
e-commerce.
“Kita hidup di era borderless,
ketika perubahan terjadi sangat cepat. Pertanyaannya, ketika hukum belum
mengatur suatu inovasi bisnis secara lengkap, apa yang menjadi kompas moral
bagi Generasi Z?” ujarnya.
Dalam paparannya,
Ambya menjelaskan konsep ‘An Taradin’ atau prinsip suka sama suka dalam
transaksi bisnis. Ia mengutip Surat An-Nisa ayat 29 yang menegaskan bahwa
transaksi yang sah harus dilakukan secara sukarela tanpa adanya unsur paksaan
maupun penipuan.
“Islam tidak melarang
seseorang menjadi kaya atau berbisnis. Justru bisnis dapat menjadi sarana
ibadah dan jalan menuju keberkahan selama dilakukan dengan cara yang halal,
jujur, dan diridhai Allah SWT,” tegasnya.
Diskusi berlangsung
interaktif di bawah arahan moderator Dr. (c) H. Edi Junaedi, S.E., M.M.
yang memandu jalannya acara dengan tertib dan komunikatif. Berbagai pertanyaan
dari peserta muncul terkait etika bisnis digital, tantangan hukum di era
teknologi, hingga strategi membangun karakter Generasi Z yang siap bersaing di
tingkat global.
Webinar Nasional dan
Diseminasi yang diselenggarakan Program Studi Administrasi Perkantoran D-3
Universitas Pamulang ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan dunia
akademik dengan perkembangan praktik bisnis modern.
Melalui pemahaman
mengenai etika, hukum, teknologi, dan nilai-nilai moral, peserta diharapkan
mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan bisnis global secara profesional
dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus
menegaskan komitmen Universitas Pamulang dalam mencetak lulusan yang tidak
hanya unggul secara akademik dan kompeten secara profesional, tetapi juga
memiliki integritas, etika, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi
perubahan dunia yang semakin dinamis.
Liputan : Markom AP




