Saiful Anwar Paparkan Peran Strategis Dosen dalam Mendukung Keunggulan dan Keberlanjutan Program Studi
Published on: 12 Agu 2026

Berita
TANGERANG SELATAN – Saiful Anwar memaparkan materi bertajuk “Peran
Strategis Dosen Pendukung Program Studi” yang menyoroti pentingnya
kontribusi dosen dalam membangun keunggulan, keberlanjutan, serta mutu program
studi pada Selasa (11/082026) di ruang teleconference kampus Viktor Unpam
lantai 9.
Dalam pemaparannya,
dosen tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga
sebagai penggerak pengembangan akademik, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, dan penguatan jejaring institusi.
Materi tersebut
menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu kunci utama dalam
membangun keunggulan dan keberlanjutan program studi.
“Untuk mewujudkannya,
terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, antara lain relevansi dan
adaptabilitas kurikulum, sarana, prasarana dan teknologi, tata kelola,
akreditasi dan penjaminan mutu, kemitraan dan jejaring, kesehatan finansial dan
diversifikasi pendanaan, serta kepuasan dan prestasi pemangku kepentingan,” jelasnya.
Dalam konteks
tersebut, dosen memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dari
sumber daya manusia yang menentukan kualitas akademik program studi. Dosen
diharapkan mampu menjalankan peran secara profesional sekaligus menjadi teladan
bagi mahasiswa, peneliti, serta insan akademik yang memiliki integritas
intelektual dan semangat belajar sepanjang hayat.
Materi tersebut
menekankan empat kompetensi utama yang perlu dimiliki dosen, yakni kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional.
“Keempat kompetensi
tersebut menjadi fondasi bagi dosen dalam menjalankan tugas pendidikan
sekaligus membangun hubungan akademik yang sehat dengan mahasiswa dan
lingkungan perguruan tinggi,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaan
Tridarma Perguruan Tinggi, dosen juga memiliki sejumlah peran strategis. Dosen
didorong untuk terlibat dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas
pembelajaran. Selain itu, dosen perlu melaksanakan penelitian yang mendukung keunggulan
program studi serta menjalankan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
yang memberikan dampak nyata.
Tidak berhenti pada
pelaksanaan Tridarma, dosen juga memiliki peran dalam mendukung penjaminan mutu
dan membangun jejaring.
“Pembimbingan serta
pengembangan mahasiswa menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Dengan
demikian, keberadaan dosen dapat memberikan kontribusi langsung terhadap
perkembangan akademik sekaligus pencapaian tujuan program studi,” jelasnya.
Saiful Anwar juga
menggambarkan peran strategis dosen pendukung program studi melalui beberapa
aspek. Dosen diharapkan menjadi penggerak utama program studi melalui aktivitas
akademik, menjadi bagian dari homebase institutional sebagai basis
administrasi sertifikat pendidik dan keilmuan, serta menjalankan Tridarma
Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat.
Selain itu, dosen
berperan sebagai salah satu penentu akreditasi program studi melalui kualitas
sumber daya manusia, jabatan fungsional, dan produktivitas karya. Dosen juga
perlu membangun hubungan tata pamong melalui koordinasi kurikulum dan
pengembangan program studi. Hubungan tersebut diharapkan menciptakan sinergi
yang kuat antara dosen dan pengelola program studi.
“Aspek lain yang
ditekankan adalah pentingnya simbiosis mutualisme yang mengikat antara dosen
dan program studi. Hubungan tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang
baik serta kesamaan visi dalam meningkatkan mutu akademik,” ujarnya.
Dalam materi tersebut
juga diperkenalkan konsep “7 Point Dosen Pranata”, yang mencakup profesional,
responsif, akademik, nalar strategis, adaptif, transformatif, dan amanah.
Profesional dimaknai sebagai kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab
dosen sesuai kompetensi serta etika profesi.
“Responsif berkaitan
dengan kemampuan mengenali, memahami, merespons secara tepat, peka, dan
memberikan solusi,” lanjut Saiful.
Sementara itu, nalar
strategis menekankan kemampuan berpikir sistematis, melakukan analisis, serta
mengoptimalkan sumber daya. Sikap adaptif diperlukan agar dosen mampu
menyesuaikan diri, sedangkan sifat transformatif berkaitan dengan perubahan,
pemberdayaan, inovasi, inspirasi, dan kolaborasi. Adapun amanah menekankan
tanggung jawab, kejujuran, dan integritas.
Pada bagian akhir,
materi menggambarkan “Cerminan Dosen Pranata” melalui empat hal utama, yakni
meningkatkan kualifikasi dan kompetensi diri, membangun komunikasi santun,
meningkatkan produktivitas riset kolaboratif, serta menghasilkan PkM yang
berdampak.
“Keempat aspek
tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan peran dosen membutuhkan proses yang
berkelanjutan. Dosen tidak cukup hanya meningkatkan kompetensi individual,
tetapi juga perlu membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi penelitian, dan
menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui penguatan
peran strategis dosen tersebut, program studi diharapkan mampu membangun sumber
daya manusia yang berkualitas, meningkatkan mutu Tridarma Perguruan Tinggi,
memperkuat tata kelola dan jejaring, serta menjaga keberlanjutan program studi.
Dosen pada akhirnya menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan program
studi terus berkembang dan mampu menjawab tuntutan perubahan pendidikan tinggi.
Liputan : Markom AP




