Mahasiswa Administrasi Perkantoran D-3 Unpam Kenalkan Digitalisasi Pelaporan Jumantik Melalui Program NGEJENTIK di Cipete Selatan
Published on: 3 Jul 2026

PKM, Berita
TANGERANG SELATAN – Mahasiswa Program Studi D-3 Administrasi
Perkantoran Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM) melalui program NGEJENTIK (Ngobrol Erat Bareng
Jumantik) pada Minggu (14/06/2026) di Jl. Asem 2 RT 004 RW 003, Kelurahan
Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang diikuti
oleh 15 kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Pemberdayaan
dan Kesejahteraan Keluarga
(PKK) Kelurahan Cipete Selatan ini
bertujuan memperkenalkan teknologi digital sederhana untuk mendukung pencatatan
dan pelaporan kegiatan Jumantik agar lebih efektif, terorganisasi, dan mudah
diakses melalui pemanfaatan Google Form, Google Spreadsheet, dan Google Drive.
Kegiatan pengabdian
masyarakat tersebut dipimpin oleh Ketua Pelaksana Waras Wicaksono dengan
pemateri utama Ancha Hadi Putra serta didukung oleh anggota tim, yakni Nazwah
Nurmalina, Ririn Damayanti, dan Syafinatunnajah.
Program ini menjadi
salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat beradaptasi
dengan perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang pesat.
Acara diawali dengan
sesi pembukaan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Tim mahasiswa
memperkenalkan diri kepada seluruh peserta sekaligus menjelaskan tujuan utama
kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dalam kesempatan
tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan program NGEJENTIK sebagai sarana
edukasi dan pendampingan bagi kader Jumantik dengan pendekatan yang
komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami.
Peserta diberikan
pemahaman mengenai peran penting Jumantik sebagai kader masyarakat yang
bertugas melakukan pemantauan jentik nyamuk dalam rangka mencegah penyebaran
Demam Berdarah Dengue (DBD). Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para
kader dapat semakin optimal dalam menjalankan tugasnya dengan dukungan
teknologi digital.
Memasuki sesi materi, Waras
Wicaksono selaku penanggungjawab PKM menjelaskan konsep digitalisasi dan
manfaatnya dalam mendukung aktivitas organisasi masyarakat. Materi disampaikan
menggunakan bahasa yang sederhana dengan contoh-contoh yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh para peserta.
Waras melanjutkan, bahwa
program NGEJENTIK dirancang sebagai upaya memperkenalkan teknologi digital yang
dapat digunakan secara praktis dalam kegiatan administrasi dan pelaporan
Jumantik.
“Program NGEJENTIK
kami hadirkan untuk membantu kader Jumantik mengenal teknologi digital yang
sederhana namun sangat bermanfaat. Kami berharap pencatatan dan pelaporan
kegiatan yang selama ini dilakukan secara manual dapat menjadi lebih efektif,
rapi, dan terorganisasi,” ujar Waras.
Pada sesi berikutnya, Ancha
Hadi Putra menjelaskan kepada peserta tentang penggunaan Google Form sebagai
media pencatatan hasil pemantauan jentik secara digital. Ancha dibantu oleh tim
mahasiswa memperagakan langkah demi langkah pembuatan formulir digital serta
cara pengisian data melalui telepon pintar.
Para peserta tampak
antusias mengikuti demonstrasi tersebut. Mereka melihat secara langsung
bagaimana formulir digital dapat menggantikan pencatatan manual menggunakan
kertas sehingga proses pengumpulan data menjadi lebih cepat dan praktis.
Setelah memahami
penggunaan Google Form, peserta diajak mengenal Google Spreadsheet sebagai
media pengolahan data otomatis. Melalui aplikasi ini, data yang diinput melalui
formulir digital dapat langsung tersusun dalam bentuk tabel yang rapi tanpa
perlu dilakukan pencatatan ulang.
Ancha Hadi Putra
kemudian menjelaskan kembali bahwa sistem tersebut dapat membantu kader
Jumantik dalam melakukan rekapitulasi data secara lebih cepat dan akurat.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Google Drive sebagai sarana
penyimpanan dokumen dan arsip kegiatan secara daring.
“Melalui Google Drive,
dokumen dapat disimpan dengan aman dan bisa diakses kembali kapan saja saat
dibutuhkan. Ini sangat membantu dalam pengelolaan arsip kegiatan yang selama
ini sering tersimpan dalam bentuk fisik,” jelas Ancha Hadi Putra selaku pemateri
utama.
Kegiatan semakin
menarik ketika memasuki sesi praktik langsung. Para kader Jumantik diminta
mencoba mengisi formulir digital menggunakan telepon pintar masing-masing
dengan pendampingan dari tim mahasiswa. Suasana berlangsung interaktif karena
peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan langsung
penggunaan teknologi yang diperkenalkan.
Berbagai pertanyaan
muncul dari peserta, mulai dari cara mengakses formulir hingga pengelolaan data
hasil laporan. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya
minat peserta terhadap penerapan teknologi digital dalam kegiatan administrasi
sehari-hari.
Menurut beberapa
peserta, penggunaan Google Form dinilai cukup mudah dan berpotensi menjadi
alternatif pendukung pelaporan yang lebih praktis dibandingkan metode
konvensional. Hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan
yang dilaksanakan oleh mahasiswa Administrasi Perkantoran D-3 Universitas
Pamulang.
Kegiatan PKM melalui
program NGEJENTIK ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara
mahasiswa dan para kader Jumantik PKK Kelurahan Cipete Selatan. Suasana ramah
tamah yang terjalin semakin mempererat hubungan antara mahasiswa Universitas
Pamulang dengan masyarakat setempat.
Melalui program ini,
para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep digitalisasi,
tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan Google Form,
Google Spreadsheet, dan Google Drive sebagai sarana pendukung pelaporan
kegiatan.
Mahasiswa berharap
digitalisasi administrasi Jumantik dapat meningkatkan efektivitas pelaporan,
mempermudah pengelolaan data, serta mendukung upaya pencegahan Demam Berdarah
Dengue (DBD) secara berkelanjutan.
Program NGEJENTIK
menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat
dapat menghasilkan solusi sederhana namun berdampak besar dalam meningkatkan
kualitas pelayanan dan pengelolaan informasi di tingkat masyarakat.
Liputan Lansung :
Waras Cisaksono dan Deni Darmawan
Artikel ini sudah
diterbitkan di melintas.id




