Logo

Dr. Ersam Mahendrawan Paparkan Paradigma Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum OBE di Unpam

Published on: 12 Agu 2026

Berita


TANGERANG SELATAN – Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Pamulang, Dr. Ersam Mahendrawan, S.Pd., M.Pd., memaparkan materi “Paradigma Pembelajaran dan Kurikulum Pendidikan Tinggi” dalam rangkaian Pelatihan Membangun Tunas Kepemimpinan Akademik yang Adaptif, Berintegritas, dan Berdaya Saing untuk Keberlanjutan Program Studi, Rabu (12/08/2026) di kampus 2 Viktor gedung teleconference lantai 9.

Ersam menjelaskan bahwa pentingnya pemahaman terhadap Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) serta implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam menjawab tuntutan pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing.

Dalam pemaparannya, Ersam mengawali materi dengan membahas pertanyaan mendasar mengenai apa itu kurikulum pendidikan tinggi. Kurikulum dipandang sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan ajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kebutuhan masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kerja. Karena itu, kurikulum yang berkualitas harus memiliki karakter relevan dan responsif terhadap perubahan serta mampu mendukung proses pembelajaran sepanjang hayat.

Ersam juga mengingatkan pentingnya perguruan tinggi menjadikan SN-Dikti sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan. SN-Dikti mencakup standar nasional pendidikan, standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat yang wajib dipenuhi perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

“Perkembangan SN-Dikti terus mengalami perubahan mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk tidak berhenti melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap penyelenggaraan pendidikan, termasuk kurikulum yang digunakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ersam menjelaskan sejumlah fungsi kurikulum dalam memastikan pelaksanaan SN-Dikti. Kurikulum harus menjadi acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran, menjamin isi pembelajaran sesuai dengan keilmuan program studi, perkembangan riset, dan kebutuhan akademik masa depan.

“Kurikulum juga harus mampu mengatur proses pembelajaran, mulai dari metode, pengalaman belajar, bobot pembelajaran, asesmen, hingga kualitas perkuliahan. Di sisi lain, kurikulum dituntut menyesuaikan perkembangan teknologi, industri, masyarakat, dan kebutuhan global,” katanya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Universitas Pamulang. Dalam materi disebutkan bahwa Kurikulum OBE mulai diimplementasikan di Unpam pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dan telah ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Pamulang Nomor 1723/A/UNPAM/KP/VII/2026 tentang Pemberlakuan Kurikulum Outcome-Based Education.

Ersam menjelaskan bahwa OBE merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada hasil belajar yang terukur, yakni apa yang diketahui dan mampu dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan. Paradigma tersebut menggeser orientasi pembelajaran dari sekadar “apa yang diajarkan” menjadi “apa yang dipelajari dan dapat dilakukan” oleh mahasiswa.

“Dalam implementasinya, OBE memiliki empat prinsip utama, yaitu clarity of focus, high expectations, expanded opportunities, dan design down. Kejelasan fokus berkaitan dengan kemampuan yang harus dimiliki lulusan sesuai bidang keilmuannya. Sementara high expectations menekankan harapan tinggi terhadap capaian mahasiswa melalui proses pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS),” ungkapnya.

Prinsip expanded opportunities memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh kesempatan dan dukungan secara maksimal dalam mencapai standar kompetensi lulusan. Adapun design down mengarahkan penyusunan kurikulum dari capaian pembelajaran lulusan atau CPL, kemudian diturunkan menjadi CPMK, Sub-CPMK, materi pembelajaran, proses pembelajaran, hingga penilaian.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep simulasi design down. Perancangan kurikulum dilakukan secara sistematis mulai dari profil lulusan, CPL, CPMK, hingga Sub-CPMK. Seluruh proses tersebut harus terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga capaian pembelajaran dapat dipantau dan dievaluasi.

“Perubahan paradigma OBE juga terlihat dalam pola pembelajaran. Jika pembelajaran sebelumnya lebih berorientasi pada content-based learning, OBE mendorong outcome-based learning yang menempatkan hasil belajar sebagai fokus utama. Mahasiswa diarahkan untuk tidak sekadar menerima pengetahuan, tetapi mampu merekonstruksi pengetahuan melalui proses belajar yang kolaboratif dan partisipatif,” ungkapnya.

Ersam melanjutkan, bahwa dalam implementasi Kurikulum OBE, materi juga menekankan penggunaan Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL). Melalui CBL, mahasiswa diarahkan memecahkan persoalan berdasarkan kasus nyata atau simulasi. Sementara PjBL mendorong mahasiswa menghasilkan karya atau produk untuk menjawab suatu tantangan.

“Kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, komunikasi efektif, sekaligus menghasilkan solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Paparan Dr. Ersam Mahendrawan memberikan pemahaman bahwa perubahan kurikulum bukan sekadar perubahan dokumen akademik, tetapi juga membutuhkan perubahan paradigma dalam proses pembelajaran.

“Implementasi OBE menuntut keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa agar proses pembelajaran benar-benar berorientasi pada capaian kompetensi,” lanjutnya.

Melalui pemahaman terhadap SN-Dikti dan penerapan Kurikulum OBE, Universitas Pamulang diharapkan mampu menghadirkan proses pendidikan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lulusan yang kompeten, adaptif, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.

Liputan : Markom AP

Berita Relative

  • Kepala LPPM Unpam Paparkan Strategi Penguatan Riset, PkM, dan Hilirisasi Menuju Perguruan Tinggi Berdampak

    unitperkantoran

    13 Agu 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Prodi Administrasi Perkantoran Universitas Pamulang Gelar PKM Internasional di Singapura

    unitperkantoran

    10 Agu 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Mahasiswa Administrasi Perkantoran Menggelar Pengabdian Tentang Etika Sosial di SMK Bina Bangsa Cikulur

    unitperkantoran

    16 Sep 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Hima Administrasi Perkantoran Unpam Menggelar Buka Puasa Bersama Ramadan 1447 H

    unitperkantoran

    14 Mar 2026

    Learn more
    Featured Image