Kepala LPPM Unpam Paparkan Strategi Penguatan Riset, PkM, dan Hilirisasi Menuju Perguruan Tinggi Berdampak
Published on: 13 Agu 2026

Berita
TANGERANG SELATAN – Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pamulang, Dr. Susanto, S.H., S.M., S.Ak.,
M.M., M.H., M.A.P., memaparkan strategi peningkatan mutu penelitian, Pengabdian
kepada Masyarakat (PkM), dan hilirisasi hasil riset sebagai upaya memperkuat
posisi Universitas Pamulang menuju Impact University pada Rabu
(12/08/2026) di kampus 2 Viktor ruang teleconference Unpam.
Materi bertajuk
“Peningkatan Mutu Penelitian, PkM, & Hilirisasi Hasil Riset” tersebut
menekankan pentingnya penelitian dan PkM yang kolaboratif, solutif, berdampak,
serta berkelanjutan.
Dalam pemaparannya,
Dr. Susanto menjelaskan bahwa penguatan tata kelola penelitian dan PkM menjadi
bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang berdaya saing dan
berkelanjutan.
“LPPM memiliki peran
dalam meningkatkan kapasitas dosen, memberikan informasi mengenai kebijakan
penelitian, PkM dan publikasi ilmiah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan
kepada dosen di lingkungan Universitas Pamulang,” ungkapnya.
Selain itu, LPPM
mendorong peningkatan peran dan partisipasi Unpam dalam penelitian, PkM, serta
publikasi ilmiah bertaraf regional dan nasional menuju tingkat internasional.
Penguatan tersebut diarahkan agar aktivitas akademik tidak hanya menghasilkan
laporan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dr. Susanto juga
menekankan pentingnya integritas akademik dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan
Tinggi.
“Dosen tidak hanya
berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga integritas
dan profesionalisme akademik. Tridarma mencakup pendidikan dan pengajaran,
penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya.
Dalam bidang
penelitian, dosen didorong untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
melalui penalaran ilmiah, publikasi pada jurnal terakreditasi atau bereputasi,
serta kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sementara PkM diarahkan untuk
memanfaatkan hasil riset dan keilmuan dosen dalam menyelesaikan persoalan
sekaligus memberdayakan masyarakat.
Strategi LPPM
selanjutnya diarahkan melalui roadmap penelitian dan PkM program studi. Dosen
pendukung program studi diharapkan mampu memetakan kepakaran dan rekam jejak
riset sehingga pengembangan penelitian memiliki fokus yang jelas.
“Luaran penelitian
juga dirancang secara bertahap, mulai dari publikasi atau buku dalam jangka
pendek, HKI atau paten dalam jangka menengah, hingga hilirisasi dan kemitraan
industri dalam jangka panjang,” ujar Susanto.
Hasil penelitian dan
PkM juga didorong untuk masuk ke dalam proses pembelajaran. Materi hasil riset
dapat digunakan sebagai bahan ajar dan RPS, sedangkan hasil PkM dapat
dikembangkan menjadi studi kasus dalam perkuliahan. Mahasiswa juga didorong
terlibat dalam penelitian atau PkM dosen melalui tugas akhir maupun proyek
akademik.
“LPPM mencatat pada
penelitian Tahun 2025/2026 terdapat 1.220 judul yang disetujui, dengan 1.215
judul telah diunggah dan 52 judul belum diunggah. Sementara PkM Semester Genap
2025/2026 mencatat 1.206 judul disetujui, dengan 1.170 judul telah diunggah dan
36 judul belum diunggah,” ungkapnya.
Untuk Semester Ganjil
2026/2027, LPPM menyiapkan sejumlah program kerja meliputi penelitian, PkM,
HKI, hibah internal Yayasan Sasmita Jaya, publikasi, serta pengembangan dan
akreditasi jurnal. Program tersebut mencakup workshop proposal, pendampingan
hibah, monitoring, patent drafting, pelatihan penulisan artikel ilmiah,
penggunaan aplikasi sitasi, hingga pendampingan akreditasi jurnal menuju SINTA
2.
“Melalui berbagai
strategi tersebut, LPPM Universitas Pamulang mendorong dosen pendukung program
studi untuk tidak berhenti pada pelaksanaan penelitian dan PkM, tetapi
memastikan hasilnya dapat dihilirkan menjadi karya ilmiah, HKI, produk inovasi,
rekomendasi kebijakan, serta solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan
industri,” jelasnya.
Upaya tersebut menjadi
bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan perguruan tinggi berdampak melalui
mutu riset dan pengabdian yang berkelanjutan.
Sumber : Markom AP




